Orang Kudus hari ini 31 Juli:
SANTO IGNATIUS DARI LOYOLA
Pendiri Serikat Yesus yang terkenal ini dilahirkan pada tahun 1491. Ia
berasal dari keluarga bangsawan Spanyol. Ketika masih kanak-kanak, ia
dikirim untuk menjadi abdi di istana raja.
Di sana ia tinggal sambil berangan-angan bahwa suatu hari nanti ia akan
menjadi seorang laskar yang hebat dan menikah dengan seorang puteri
yang cantik. Di kemudian hari, ia sungguh mendapat penghargaan karena
kegagahannya dalam pertempuran di Pamplona. Tetapi, luka karena peluru
meriam di tubuhnya membuat Ignatius terbaring tak berdaya selama
berbulan-bulan di atas pembaringannya di Benteng Loyola. Ignatius
meminta buku-buku bacaan untuk menghilangkan rasa bosannya. Ia menyukai
cerita-cerita tentang kepahlawanan, tetapi di sana hanya tersedia kisah
hidup Yesus dan para kudus. Karena tidak ada pilihan lain, ia membaca
juga buku-buku itu. Perlahan-lahan, buku-buku itu mulai menarik hatinya.
Hidupnya mulai berubah. Ia berkata kepada dirinya sendiri, “Mereka
adalah orang-orang yang sama seperti aku, jadi mengapa aku tidak bisa
melakukan seperti apa yang telah mereka lakukan?” Semua kemuliaan dan
kehormatan yang sebelumnya sangat ia dambakan, tampak tak berarti lagi
baginya sekarang. Ia mulai meneladani para kudus dalam doa, silih dan
perbuatan-perbuatan baik.
St. Ignatius harus menderita banyak
pencobaan dan penghinaan. Sebelum ia memulai karyanya yang hebat dengan
membentuk Serikat Yesus, ia harus bersekolah. Ia belajar tata bahasa
Latin. Sebagian besar murid dalam kelasnya adalah anak-anak, sementara
Ignatius sudah berusia tiga puluh tiga tahun. Meskipun begitu, Ignatius
pergi juga mengikuti pelajaran karena ia tahu bahwa ia memerlukan
pengetahuan ini untuk membantunya kelak dalam pewartaannya. Dengan sabar
dan tawa, ia menerima ejekan dan cemoohan dari teman-teman sekelasnya.
Selama waktu itu, ia mulai mengajar dan mendorong orang lain untuk
berdoa. Karena kegiatannya itu, ia dicurigai sebagai penyebar bidaah
(=agama sesat) dan dipenjarakan untuk sementara waktu! Hal itu tidak
menghentikan Ignatius. “Seluruh kota tidak akan cukup menampung begitu
banyak rantai yang ingin aku kenakan karena cinta kepada Yesus,”
katanya.
Ignatius berusia empat puluh tiga tahun ketika ia
lulus dari Universitas Paris. Pada tahun 1534, bersama dengan enam orang
sahabatnya, ia mengucapkan kaul rohani. Ignatius dan
sahabat-sahabatnya, yang pada waktu itu masih belum menjadi imam,
ditahbiskan pada tahun 1539. Mereka berikrar untuk melayani Tuhan dengan
cara apa pun yang dianggap baik oleh Bapa Suci. Pada tahun 1540 Serikat
Yesus secara resmi diakui oleh Paus. Sebelum Ignatius wafat, Serikat
Yesus atau Yesuit telah beranggotakan seribu orang. Mereka banyak
melakukan perbuatan baik dengan mengajar dan mewartakan Injil.
Seringkali Ignatius berdoa, “Berilah aku hanya cinta dan rahmat-Mu, ya
Tuhan. Dengan itu aku sudah menjadi kaya, dan aku tidak mengharapkan
apa-apa lagi.” St. Ignatius wafat di Roma pada tanggal 31 Juli 1556. Ia
dinyatakan kudus pada tahun 1622 oleh Paus Gregorius XV.
Sumber: www.indocell.net/yesaya
"NON MULTA SED MULTUM"
Keluargaku
Selasa, 31 Juli 2012
Minggu, 29 Juli 2012
30 Juli
Santo Petrus Krisologus, Uskup dan Pujangga Gereja
Seorang yang dengan tekun dan sungguh-sungguh mengejar cita-cita akan
memperoleh hasil yang melebihi harapan dan keinginannya. Prinsip ini
terlihat dan terlaksana dalam diri Santo Petrus Kristologus, yang
dijuluki "Si Mulut Emas". Ketika masih muda belia, ia sudah menjabat
sebagai Uskup di Ravenna. Pada masa itu, cara hidup kafir yang
merajalela di antara umat di keuskupannya meruapakan suatu masalah
berat yang harus ditanganinya. Untuk itu, senjata ampuh satu-satunya
ialah "khotbah-khotbahnya yang menyentuh hati umat". Dan Petrus
Kristologus berhasil dalam memanfaatkan senjata ini. Khotbah-khotbahnya
yang pendek dan menyentuh hati umat berhasil mempertobatkan banyak
umat.
Dalam
khotbah-khotbahnya ia menekankan pentingnya penghayatan dan penerapan
asas-asas moral Kristiani dan ajaran resmi Gereja tentang iman akan
Yesus Kristus. Hal ini sangat cocok dengan keadaan umat di Ravenna yang
dilanda praktek kekafiran. Penyajian yang sangat bagus dan otentik
membuat khotbah-khotbahnya sangat bermutu. Tigabelas abad kemudian, Paus Benediktus XIII
(1724-1730) mengangkat dia menjadi seorang Pujangga Gereja.
Semangatnya yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya
demi perkembangan iman umat, , membuat dia menjadi orang tersohor di
kalangan Bapa-bapa Gereja, baik karena caranya mengajar maupun caranya
memimpin umat. Ia amat bijaksana dan memandang keahliannya sebagai
karunia Tuhan yang harus diabdikan bagi kepentingan perkembangan
Gereja.
Petrus Krisologus pun terkenal sebagai seorang uskup penentang ajaran
sesat yang disebarkan Eutiches. Eutiches menyebarkan ajaran sesat yang
menyangkal kemanusiaan Kristus. Untuk kemanjuan ajarannya, ia tidak
segan-segan meminta dukungan Gereja dari Petrus Kristologus selaku
Uskup Ravenna. Tetapi Uskup Kristologus yang terkenal ramah itu
menjawabnya dengan bijaksana dan ramah: "Demi perdamaian dan iman, kita
sebaiknya menyebarkan ajaran iman dengan persetujuaan Sri Paus selaku
'Pimpinan Tertinggi Gereja'. Oleh karena itu, ia menolak gagasan
Eutiches dan sebaliknya mendesak dia untuk mengakui dan mengimani
rahasia "Penjelmaan Kristus" dan semua kebenaran iman yang diajarkan
oleh Gereja.
Semangat imannya yang begitu besar disertai cinta
kasihnya yang meluap-luap membuat "Si Mulut Emas" ini meraih hasil karya
yang melebihi cita-cita dan impiannya. Beberapa lama sebelum wafatnya,
ia pulang ke tanah kelahirannya Imola dan disana ia wafat dengan
tenang pada abad tahun ke 450.
Santo Yustinus de Yakobis, Uskup dan Pengaku Iman
Yustinus lahir di San Fele, Italia pada tanggal 9 Oktober 1800. Dari
empatbelas orang bersaudara, Yustinus adalah anak ketujuh dalam
keluarganya. Ketika masih kecil, ia tinggal di Napoli. Kemudian pada
umur 18 tahun, ia masuk Kongregasi Misi di tempat asalnya.
Ia benar-benar menghayati panggilannya dengan
konsekuen. Menurut kesan kawan-kawannya, ia adalah seorang biarawan
yang dicintai Tuhan dan sesama manusia, karena sifat-sifatnya yang
menyenangkan banyak orang: rendah hati, ramah dan suka bergaul dengan
siapa saja. Setelah ditabhiskan menjadi imam, ia bekerja diantara
orang-orang miskin dan melarat di luar kota. Ia membantu mendirikan
pusat Kongregasi baru di Napoli dan kemudian diangkat sebagai superior
di Lecce. Ia dikenal luas oleh banyak orang karena tindakan-tindakannya
di luar acara rutin sehari-hari. Ia memelihara dan merawat para
penderita wabah kolera di Napoli tanpa mengenal lelah dan menghiraukan
kesehatannya sendiri. Karena itu semua orang sangat menghormati dan
mencintai dia.
Pada tahun 1839 ia diutus sebagai Prefek dan Vikaris Apostolik ke
Etiopia, sebuah daerah misi baru di benua Afrika. Di sana selama dua
tahun, ia memusatkan perhatiannya pada usaha mengenal segala sesuatu
menyangkut negeri itu: rakyatnya, bahasanya dan adat istiadatnya.
Dengan sifat-sifatnya yang baik dan cara hidupnya yang menarik, ia
berhasil menghilangkan kecurigaan rakyat setempat. Kata-katanya yang
menawan dan lembut memberi kesan pada hati banyak orang bahwa
kehadirannya di tengah mereka adalah sebagai sahabat dan pelayan bagi
mereka.
Meskipun ia berhasil sekali dalam tugasnya, namun ia sama sekali tidak
terlepas dari banyak kesulitan seperti semua orang lain yang
memperjuangkan keluhuran hidup. Tidak sedikit pemuka rakyat iri hati
dan membenci dia. Kesulitan besar datang tatkala William Massaia
diangkat sebagai Uskup Etiopia. Salama, seorang pemuka Gereja Optik
melancarkan kampanye anti Gereja Katolik. Oleh pemimpin setempat,
Kolose-kolose Katolik ditutup dan agama Katolik dihalang-halangi
perkembangannya. Uskup William Massaia diusir pulang ke Aden. Sebelum
berangkat, Uskup Massaia dengan diam-diam mengangkat Yustinus de
Yakobis sebagai uskup di Massawa. Sebagai uskup, Yakobis menabiskan 20
orang imam asal Etiopia untuk melayani umat Katolik yang berjumlah 5000
orang dan membuka kembali kolose-kolose.
Pada tahun 1860, Kadaref Kassa menjadi raja. Ia segera mendesak Salama
untuk kembali melancarkan pengejaran terhadap semua orang beragama
Katolik. Uskup Yakobis sendiri ditangkap dan dipenjarakan selama
beberapa bulan.
Uskup Yakobis menghabiskan masa hidupnya di sepanjang
pantai Laut Merah. Dalam perjalanannya menuju ke Halai, ia jatuh sakit
karena keletihan dan kurang makan. Ia meninggal dunia pada tanggal 31
Juli 1860 di lembah Alghedien.
Santo Abdon dan Senen, Martir
Kedua orang kudus abad ke-3 ini berasal dari Persia. Mereka adalah
tawanan perang dan budak belian yang sudah menganut agama Kristen.
Kemartiran mereka bermula dari usaha mereka menguburkan jenazah-jenazah
para kaum beriman yang dibunuh oleh orang kafir. Mereka ditangkap dan
dibawa ke Roma. Di sana mereka dipaksa untuk mempersembahkan kurban
kepada dewa-dewi Romawi. Dengan tegas mereka menolak melakukan
perbuatan berhala ini karena tak ingin mengkhianati imannya sendiri.
Karena itu mereka dianiaya dan dipenggal kepalanya. Jenazah mereka
dimakamkan oleh diakon Kuirinus di rumahnya. Kemudian pad atahun 833,
tulang-tulang mereka dipindahkan oleh Paus Gregorius IV (827-844) ke dalam gereja Santo Markus di Roma.
Santa Yulita dari Kaesarea, Martir dan Pengaku Iman
Yulita berasal dari Kapadokia. Ia memiliki ladang dan ternak, harta kekayaan lainnya dan banyak budak belian. Di antara penduduk setempat, Yulita tergolong wanita kaya raya. Banyak orang mengadakan hubungan dagang dengannya. Pada suatu ketika, dia terlibat dalam suatu pertikaian bisnis dengan seorang pemuka masyarakat. Dia dihadapkan ke pengadilan umum namun berhasil mengalahkan orang itu. Karena itu ia menjadi musuh bebuyutan orang itu.
Untuk membalas kekalahannya di depan pengadilan, orang itu melaporkan kepada penguasa setempat bahwa Yulita adalah seorang penganut agama Kristen. Oleh laporan ini, hakim segera memanggil Yulita dan memaksannya untuk mempersembahkan kurban bakaran kepada dewa Zeus.
Yulita berani menentang. Dengan tegas ia berkata: "Ladangku dan kekayaannku boleh diambil dan dirusakkan. Tetapi sekali-kali aku tidak akan meninggalkan imanku. Aku tidak akan pernah menghina Tuhanku yang telah menciptakan aku. Aku tahu bahwa aku akan memperoleh semuanya itu kembali di surga."
Tanpa banyak berpikir hakim itu menyuruh para algojo membakar hidup-hidup Yulita di depan umum. Peristiwa naas ini terjadi kira-kira pada tahun 303.
Yulita berasal dari Kapadokia. Ia memiliki ladang dan ternak, harta kekayaan lainnya dan banyak budak belian. Di antara penduduk setempat, Yulita tergolong wanita kaya raya. Banyak orang mengadakan hubungan dagang dengannya. Pada suatu ketika, dia terlibat dalam suatu pertikaian bisnis dengan seorang pemuka masyarakat. Dia dihadapkan ke pengadilan umum namun berhasil mengalahkan orang itu. Karena itu ia menjadi musuh bebuyutan orang itu.
Untuk membalas kekalahannya di depan pengadilan, orang itu melaporkan kepada penguasa setempat bahwa Yulita adalah seorang penganut agama Kristen. Oleh laporan ini, hakim segera memanggil Yulita dan memaksannya untuk mempersembahkan kurban bakaran kepada dewa Zeus.
Yulita berani menentang. Dengan tegas ia berkata: "Ladangku dan kekayaannku boleh diambil dan dirusakkan. Tetapi sekali-kali aku tidak akan meninggalkan imanku. Aku tidak akan pernah menghina Tuhanku yang telah menciptakan aku. Aku tahu bahwa aku akan memperoleh semuanya itu kembali di surga."
Tanpa banyak berpikir hakim itu menyuruh para algojo membakar hidup-hidup Yulita di depan umum. Peristiwa naas ini terjadi kira-kira pada tahun 303.
(Yesaya)
4 Alasan Wanita Butuh Teman Pria
Ketika Anda memiliki seorang sahabat
wanita, Anda akan merasa memiliki ikatan persaudaraan dengannya. Hal ini
dikarenakan persamaan persepsi, ketertarikan yang sama, dan lainnya.
Sahabat wanita akan lebih berempati ketika Anda sedang dilanda masalah dengan teman, keluarga atau kekasih Anda. Namun kadang semua saran itu kurang objektif karena mereka akan mendukung apa yang Anda lakukan tanpa melihat dari dua sisi.
Berbeda dengan sahabat pria yang lebih jujur ketika berpendapat. Berikut adalah alasan kenapa wanita juga membutuhkan sahabat pria dalam hidupnya, yang dirangkum dari Gal Time, ini dia:
1. Tahu yang Mereka Bicarakan
Kebanyakan teman wanita akan memberikan saran tanpa berpikir panjang. Jika Anda menceritakan kejelekan seseorang pada teman wanita Anda, mereka cenderung akan memberi saran secara subjektif dan berdasarkan apa yang ingin Anda dengar saat itu. Memang melegakan ketika Anda sedang kesal atau bertengkar dengan pacar, Anda memiliki teman yang mendukung dipihak Anda. Namun keadaan seperti itu justru tidak menyelesaikan masalah. Berbeda dengan teman pria yang akan memberi saran melalui dua sisi dan sesuai dengan yang mereka pikirkan. Sedang bertengkar dengan kekasih? Diskusikan jalan keluarnya dengan teman pria Anda.
2. Lebih Mudah Diajak Berteman
Tidak bisa dipungkiri bersahabat dengan wanita lebih penuh drama dibanding bersahabat dengan pria. Wanita adalah makhluk sensitif dan menggunakan hati ketika berhadapan dengan suatu hal. Mereka ingin orang-orang mendukung mereka, Anda pun akan memberikan saran-saran yang tidak menyakiti hati mereka begitu juga sebaliknya. Teman pria tidak akan merasa sakit hati jika Anda mengejeknya dengan candaan, dan lebih jujur ketika ditanyai pendapat. Ketika Anda bertengkar dengan teman wanita Anda, pertengkaran itu akan lebih besar daripada yang seharusnya. Dengan teman pria, sebesar apapun perbedaan pendapat Anda, masalah akan lebih cepat diselesaikan dan setelahnya, semua akan berjalan normal seperti tidak ada kejadian apapun.
3. Belajar Tentang Dunia Pria
Secara tidak langsung, berteman dengan pria akan membuat Anda mengenal kepribadian dasar pria. Teman pria biasanya akan menceritakan hal-hal yang tidak mereka sukai dari pasangannya dan itu bisa jadi pelajaran bagi Anda, hal-hal apa saja yang seharusnya tidak dilakukan kepada pacar Anda. Walaupun tiap pria memiliki kepribadian berbeda, tapi dasarnya mereka sama-sama cuek, dan tidak peka perasaan wanita karena mereka tidak bisa membaca pikiran Anda. Dengan memiliki teman pria, Anda akan belajar untuk tidak menuntut hal yang muluk-muluk dan menghargai apa yang pasangan lakukan untuk Anda.
4. Mengenal Orang Baru
Jika Anda wanita single, memiliki teman pria akan membantu Anda berkenalan dengan pria baru. Bisa dibilang teman pria adalah penilai yang baik. Dia akan merasa senang mengenalkan Anda kepada pria lain yang dia yakini cocok untuk Anda.
Sahabat wanita akan lebih berempati ketika Anda sedang dilanda masalah dengan teman, keluarga atau kekasih Anda. Namun kadang semua saran itu kurang objektif karena mereka akan mendukung apa yang Anda lakukan tanpa melihat dari dua sisi.
Berbeda dengan sahabat pria yang lebih jujur ketika berpendapat. Berikut adalah alasan kenapa wanita juga membutuhkan sahabat pria dalam hidupnya, yang dirangkum dari Gal Time, ini dia:
1. Tahu yang Mereka Bicarakan
Kebanyakan teman wanita akan memberikan saran tanpa berpikir panjang. Jika Anda menceritakan kejelekan seseorang pada teman wanita Anda, mereka cenderung akan memberi saran secara subjektif dan berdasarkan apa yang ingin Anda dengar saat itu. Memang melegakan ketika Anda sedang kesal atau bertengkar dengan pacar, Anda memiliki teman yang mendukung dipihak Anda. Namun keadaan seperti itu justru tidak menyelesaikan masalah. Berbeda dengan teman pria yang akan memberi saran melalui dua sisi dan sesuai dengan yang mereka pikirkan. Sedang bertengkar dengan kekasih? Diskusikan jalan keluarnya dengan teman pria Anda.
2. Lebih Mudah Diajak Berteman
Tidak bisa dipungkiri bersahabat dengan wanita lebih penuh drama dibanding bersahabat dengan pria. Wanita adalah makhluk sensitif dan menggunakan hati ketika berhadapan dengan suatu hal. Mereka ingin orang-orang mendukung mereka, Anda pun akan memberikan saran-saran yang tidak menyakiti hati mereka begitu juga sebaliknya. Teman pria tidak akan merasa sakit hati jika Anda mengejeknya dengan candaan, dan lebih jujur ketika ditanyai pendapat. Ketika Anda bertengkar dengan teman wanita Anda, pertengkaran itu akan lebih besar daripada yang seharusnya. Dengan teman pria, sebesar apapun perbedaan pendapat Anda, masalah akan lebih cepat diselesaikan dan setelahnya, semua akan berjalan normal seperti tidak ada kejadian apapun.
3. Belajar Tentang Dunia Pria
Secara tidak langsung, berteman dengan pria akan membuat Anda mengenal kepribadian dasar pria. Teman pria biasanya akan menceritakan hal-hal yang tidak mereka sukai dari pasangannya dan itu bisa jadi pelajaran bagi Anda, hal-hal apa saja yang seharusnya tidak dilakukan kepada pacar Anda. Walaupun tiap pria memiliki kepribadian berbeda, tapi dasarnya mereka sama-sama cuek, dan tidak peka perasaan wanita karena mereka tidak bisa membaca pikiran Anda. Dengan memiliki teman pria, Anda akan belajar untuk tidak menuntut hal yang muluk-muluk dan menghargai apa yang pasangan lakukan untuk Anda.
4. Mengenal Orang Baru
Jika Anda wanita single, memiliki teman pria akan membantu Anda berkenalan dengan pria baru. Bisa dibilang teman pria adalah penilai yang baik. Dia akan merasa senang mengenalkan Anda kepada pria lain yang dia yakini cocok untuk Anda.
Jumat, 13 April 2012
50 Fakta tentang pria :
1. Sebenarnya pria tak mencari wanita yang cantik, yang
dicari adalah wanita yang enak dilihat Dan mempesona. (Untuk itu, IA selalu
meminta Anda berdandan. Bukan karena IA Mata keranjang, tetapi mereka ingin
Anda terlihat mempesona)
2. Pria sangat benci dikhianati. (Walau mereka egois, keras, Dan sok kuat, tetapi mereka adalah makhluk yang rapuh)
3. Detik ini IA menyukai Anda, beberapa detik kemudian, IA lupa Dan malah asyik bersama teman-temannya. (Hal ini wajar, tetapi bukan berarti Anda tak pernah Ada di hatinya)
4. Jika IA mengatakan “Ya, memang aku nggak ngerti kamu,” itu artinya pemikiran dia Dan Anda berbeda. (Bukan berarti tak bisa bersatu, tetapi coba untuk saling memahami satu sama lain)
5. Dalam sehari, IA akan sibuk bermain Dan menjalani aktivitasnya bersama teman-temannya. Tetapi percayalah, saat IA bersiap untuk tidur, Anda selalu terbersit di dalam benaknya. (Dan percayalah, mereka suka senyum-senyum sendiri saat membayangkan betapa cantiknya Anda Hari ini)
6. “Kamu lagi ngapain?” atau “Sudah makan belum?” adalah kalimat yang paling sering diucapkan pria saat di telepon. (Mereka memang bukan makhluk yang pandai berbasa-basi, tetapi mereka sungguh ingin tahu semua hal detail soal Anda)
7. Jika seorang pria benar-benar mencintai Anda, IA akan menerima Anda apa adanya. Tak peduli Anda gemuk, hitam atau berjerawat. (Mereka mungkin akan memberi saran pada Anda untuk diet saat Anda merasa gemuk, tetapi mereka tulus mencintai Anda)
8. Pria sangat tergila-Gila saat melihat senyuman Anda. (Untuk itu jangan memelihara cemberut di wajah Anda, tersenyum Dan buatlah IA semakin terpesona)
9. Pria akan melakukan apa saja untuk meraih perhatian Anda. (Termasuk memamerkan kisahnya dengan sang mantan, walau terkadang hal ini tak perlu diceritakannya pada Anda)
10. Pria tak suka jika Anda bercerita soal mantannya. (Walau kadang IA suka pamer soal mantannya kepada Anda, tapi IA sangat cemburu jika IA mendengar cerita soal mantan Anda)
11. Jika pria ingin bertemu dengan orang tua Anda, jangan ragu Dan malu. Ia serius dengan Anda lho!
12. Pria ingin selalu berbagi semua hal dengan Anda, namun terkadang IA tak bisa mengungkapkan semua hal dengan baik. (Untuk itu, jangan paksa dirinya bercerita jika memang IA belum siap untuk bercerita)
13. Sesekali, pria menangis. (Semua bayi, pria maupun wanita menangis, Dan pria dewasa juga memiliki rasa sedih, saat mereka kecewa Dan sedih, mereka pun bisa menangis seperti Anda. Berikan pelukan Dan dukungan padanya, karena Anda Ada untuknya)
14. Jangan berusaha membuat pria marah, karena mereka adalah makhluk temperamen yang mudah marah.
15. Pria adalah makhluk simple, mereka bukan tipikal yang selalu berharap Dan berandai-andai.
16. Pria akan mencoba mendapatkan hati wanita yang memutuskannya, sebelum akhirnya mereka berusaha melupakannya. (Inilah yang membuat mereka getol menelepon Anda setelah habis putus, Dan kemudian akhirnya menyerah karena Anda memberikan respon yang negatif)
17. Saat Anda membuat seorang pria jatuh cinta, selamanya IA tak akan pernah bisa melupakannya. (Untuk itu bisa dibilang pria lebih rapuh Dan sulit melupakan ketimbang wanita)
18. Jangan pernah berkata padanya, “Mmhhh… ah tidak lupakan saja” karena hal ini akan membuat IA bertanya-tanya Dan bahkan curiga pada Anda. (Seperti halnya wanita, mereka juga makhluk yang sensitif Dan ingin tahu)
19. Pria tak akan pernah bisa tidur, jika perlahan Anda mengusap punggungnya. Dan membelai lembut kepalanya. (Percayalah, jika Anda melakukan ini pada kekasih Anda, maka IA akan terus menerus merindukan Anda)
20. Pria selalu memiliki cara untuk memuji Anda (baca: merayu Anda)[break]
21. Jika pria ragu-ragu Dan terlihat berpikir keras saat Anda menyatakan pendapat atau meminta mereka melakukan sesuatu, artinya mereka tidak mau melakukannya. (Kebanyakan pria akan berbohong Dan melakukan hal yang tak ingin IA lakukan untuk wanita yang IA cintai. Tapi percayalah, mereka sangat menderita Dan merasa terkekang)
22. Jika Anda berkata tidak, yang Ada di dalam pikiran pria adalah “Akan aku coba lagi” (Masih ingat kan saat IA meminta Anda menjadi kekasihnya?)
23. Anda tak akan pernah bisa membuat pria mengerti dalam sekali berbicara saja. Mereka makhluk yang cerdas, tetapi terkadang sulit bagi mereka untuk mengerti Anda. (Begitulah pria menyebut wanita sebagai makhluk yang sulit dimengerti)
24. Pria benci gay! (Bukan bermaksud diskriminasi atau jahat, tetapi terkadang mereka tak habis pikir, mengapa seseorang bisa menyukai sesama jenisnya. Dan terkadang mereka malah takut Dan cenderung menutup pertemanan dengan mereka yang berhubungan dengan sesama jenis)
25. Pria sangat menyayangi ibunya.
26. Pria akan menyisihkan sebagian uangnya hanya untuk membeli hadiah kecil untuk Anda.
27. Pria sering berpikir tentang wanita yang mungkin menyukai mereka (termasuk is centil yang sering kali membuat Anda jengkel dengan SMS-SMS genitnya), tetapi bukan berarti mereka menyukai wanita itu lho.
28. Anda tak akan pernah bisa mengerti pria, kecuali Anda menyediakan waktu untuk mendengar keluh kesah mereka dan bukan melulu bercerita tentang diri Anda.
29. Jika seorang pria dengan sungguh-sungguh mengatakan, Anda adalah satu-satunya orang yang dicintainya, percayalah, perkataannya tulus dari dalam hati.
30. Bukan pria saja yang gemar bergosip, di antara teman prianya, mereka juga seringkali bergosip.
31. Wanita, adalah kelemahan setiap pria. (Mereka tak akan tahan melihat air mata jatuh dari mata Anda. Mereka juga tak suka melihat Anda bersedih)
32. Tak seperti wanita, pria lebih jujur dan terbuka tentang diri mereka. Mereka lebih menerima kekurangan apa adanya.
33. Boleh saja membuat pria penasaran pada Anda, tetapi jika digantung terlalu lama, mereka juga bisa bosan dan jenuh lho.
34. Percaya atau tidak, pria adalah juri yang adil dan baik.
35. Walau terkadang mereka berkesan jorok, tetapi pada dasarnya pria suka kebersihan, aroma wangi, dan keindahan.
36. Pria lebih suka pada wanita yang menghargai dirinya apa adanya.
37. Pria mencintai seorang wanita yang bisa menjadi sahabat, sekaligus kekasih baginya.
38. Jika ada seorang pria yang menceritakan masalahnya, Anda cukup mendengarkannya. Jangan beri nasehat atau menyalahkan dirinya.
39. Jika ada seorang pria menyukai Anda, lihat lebih jauh ke dalam matanya. (Mata adalah jendela hati, dan ia tak pernah berbohong)
40. Pria selalu memiliki cara untuk menghindarkan Anda dari pria lain. (Salah satunya dengan menolak diajak jalan ke mall)
41. Pria lebih menyukai wanita yang cerdas, ketimbang wanita yang hanya tahu soal make up dan rok mini.
42. Pria adalah sosok yang sok tahu, mereka malu bertanya kepada wanita apa yang diinginkan. Alhasil, tebakan mereka seringkali meleset.
43. Ketika pria menginginkan sesuatu, mereka akan membayangkannya. Tetapi mereka tak mau terlibat terlalu jauh. Mereka lebih cenderung memendam dalam-dalam keinginan mereka jika tahu keinginan itu sulit terwujud.
44. Pria adalah makhluk yang payah dalam soal rahasia. Mereka hampir tak bisa menyimpan rahasia dengan baik.
45. Terkadang, pria terlalu banyak berpikir negatif ketimbang positif.
46. Fantasi pria soal wanita adalah satu-satunya fantasi yang tak mungkin dibatasi. (Sekalipun mereka telah memiliki pasangan dan keluarga)
47. Tinggi badan mungkin bukan masalah yang terlalu penting bagi pria, tetapi mereka cukup peduli pada berat badan (wanita khususnya, termasuk Anda)
48. Jika pria mulai serius dengan hubungannya, maka mereka akan menjadi makhluk yang super posesif. (Inilah mengapa ia selalu berusaha menjemput dan mengantar Anda, serta selalu mengecek inbox message di dalam handphone Anda)
49. Jika Anda tahu bagaimana menaklukkan pria Anda, mereka tak akan pernah bisa jauh dari Anda.
50. Bagi pria, melupakan seseorang membutuhkan waktu yang lebih lama dari seumur hidup.
Sumber : http://deddyfhis.blogspot.com/2010/11/50-fakta-tentang-cowok-di-dunia.html
2. Pria sangat benci dikhianati. (Walau mereka egois, keras, Dan sok kuat, tetapi mereka adalah makhluk yang rapuh)
3. Detik ini IA menyukai Anda, beberapa detik kemudian, IA lupa Dan malah asyik bersama teman-temannya. (Hal ini wajar, tetapi bukan berarti Anda tak pernah Ada di hatinya)
4. Jika IA mengatakan “Ya, memang aku nggak ngerti kamu,” itu artinya pemikiran dia Dan Anda berbeda. (Bukan berarti tak bisa bersatu, tetapi coba untuk saling memahami satu sama lain)
5. Dalam sehari, IA akan sibuk bermain Dan menjalani aktivitasnya bersama teman-temannya. Tetapi percayalah, saat IA bersiap untuk tidur, Anda selalu terbersit di dalam benaknya. (Dan percayalah, mereka suka senyum-senyum sendiri saat membayangkan betapa cantiknya Anda Hari ini)
6. “Kamu lagi ngapain?” atau “Sudah makan belum?” adalah kalimat yang paling sering diucapkan pria saat di telepon. (Mereka memang bukan makhluk yang pandai berbasa-basi, tetapi mereka sungguh ingin tahu semua hal detail soal Anda)
7. Jika seorang pria benar-benar mencintai Anda, IA akan menerima Anda apa adanya. Tak peduli Anda gemuk, hitam atau berjerawat. (Mereka mungkin akan memberi saran pada Anda untuk diet saat Anda merasa gemuk, tetapi mereka tulus mencintai Anda)
8. Pria sangat tergila-Gila saat melihat senyuman Anda. (Untuk itu jangan memelihara cemberut di wajah Anda, tersenyum Dan buatlah IA semakin terpesona)
9. Pria akan melakukan apa saja untuk meraih perhatian Anda. (Termasuk memamerkan kisahnya dengan sang mantan, walau terkadang hal ini tak perlu diceritakannya pada Anda)
10. Pria tak suka jika Anda bercerita soal mantannya. (Walau kadang IA suka pamer soal mantannya kepada Anda, tapi IA sangat cemburu jika IA mendengar cerita soal mantan Anda)
11. Jika pria ingin bertemu dengan orang tua Anda, jangan ragu Dan malu. Ia serius dengan Anda lho!
12. Pria ingin selalu berbagi semua hal dengan Anda, namun terkadang IA tak bisa mengungkapkan semua hal dengan baik. (Untuk itu, jangan paksa dirinya bercerita jika memang IA belum siap untuk bercerita)
13. Sesekali, pria menangis. (Semua bayi, pria maupun wanita menangis, Dan pria dewasa juga memiliki rasa sedih, saat mereka kecewa Dan sedih, mereka pun bisa menangis seperti Anda. Berikan pelukan Dan dukungan padanya, karena Anda Ada untuknya)
14. Jangan berusaha membuat pria marah, karena mereka adalah makhluk temperamen yang mudah marah.
15. Pria adalah makhluk simple, mereka bukan tipikal yang selalu berharap Dan berandai-andai.
16. Pria akan mencoba mendapatkan hati wanita yang memutuskannya, sebelum akhirnya mereka berusaha melupakannya. (Inilah yang membuat mereka getol menelepon Anda setelah habis putus, Dan kemudian akhirnya menyerah karena Anda memberikan respon yang negatif)
17. Saat Anda membuat seorang pria jatuh cinta, selamanya IA tak akan pernah bisa melupakannya. (Untuk itu bisa dibilang pria lebih rapuh Dan sulit melupakan ketimbang wanita)
18. Jangan pernah berkata padanya, “Mmhhh… ah tidak lupakan saja” karena hal ini akan membuat IA bertanya-tanya Dan bahkan curiga pada Anda. (Seperti halnya wanita, mereka juga makhluk yang sensitif Dan ingin tahu)
19. Pria tak akan pernah bisa tidur, jika perlahan Anda mengusap punggungnya. Dan membelai lembut kepalanya. (Percayalah, jika Anda melakukan ini pada kekasih Anda, maka IA akan terus menerus merindukan Anda)
20. Pria selalu memiliki cara untuk memuji Anda (baca: merayu Anda)[break]
21. Jika pria ragu-ragu Dan terlihat berpikir keras saat Anda menyatakan pendapat atau meminta mereka melakukan sesuatu, artinya mereka tidak mau melakukannya. (Kebanyakan pria akan berbohong Dan melakukan hal yang tak ingin IA lakukan untuk wanita yang IA cintai. Tapi percayalah, mereka sangat menderita Dan merasa terkekang)
22. Jika Anda berkata tidak, yang Ada di dalam pikiran pria adalah “Akan aku coba lagi” (Masih ingat kan saat IA meminta Anda menjadi kekasihnya?)
23. Anda tak akan pernah bisa membuat pria mengerti dalam sekali berbicara saja. Mereka makhluk yang cerdas, tetapi terkadang sulit bagi mereka untuk mengerti Anda. (Begitulah pria menyebut wanita sebagai makhluk yang sulit dimengerti)
24. Pria benci gay! (Bukan bermaksud diskriminasi atau jahat, tetapi terkadang mereka tak habis pikir, mengapa seseorang bisa menyukai sesama jenisnya. Dan terkadang mereka malah takut Dan cenderung menutup pertemanan dengan mereka yang berhubungan dengan sesama jenis)
25. Pria sangat menyayangi ibunya.
26. Pria akan menyisihkan sebagian uangnya hanya untuk membeli hadiah kecil untuk Anda.
27. Pria sering berpikir tentang wanita yang mungkin menyukai mereka (termasuk is centil yang sering kali membuat Anda jengkel dengan SMS-SMS genitnya), tetapi bukan berarti mereka menyukai wanita itu lho.
28. Anda tak akan pernah bisa mengerti pria, kecuali Anda menyediakan waktu untuk mendengar keluh kesah mereka dan bukan melulu bercerita tentang diri Anda.
29. Jika seorang pria dengan sungguh-sungguh mengatakan, Anda adalah satu-satunya orang yang dicintainya, percayalah, perkataannya tulus dari dalam hati.
30. Bukan pria saja yang gemar bergosip, di antara teman prianya, mereka juga seringkali bergosip.
31. Wanita, adalah kelemahan setiap pria. (Mereka tak akan tahan melihat air mata jatuh dari mata Anda. Mereka juga tak suka melihat Anda bersedih)
32. Tak seperti wanita, pria lebih jujur dan terbuka tentang diri mereka. Mereka lebih menerima kekurangan apa adanya.
33. Boleh saja membuat pria penasaran pada Anda, tetapi jika digantung terlalu lama, mereka juga bisa bosan dan jenuh lho.
34. Percaya atau tidak, pria adalah juri yang adil dan baik.
35. Walau terkadang mereka berkesan jorok, tetapi pada dasarnya pria suka kebersihan, aroma wangi, dan keindahan.
36. Pria lebih suka pada wanita yang menghargai dirinya apa adanya.
37. Pria mencintai seorang wanita yang bisa menjadi sahabat, sekaligus kekasih baginya.
38. Jika ada seorang pria yang menceritakan masalahnya, Anda cukup mendengarkannya. Jangan beri nasehat atau menyalahkan dirinya.
39. Jika ada seorang pria menyukai Anda, lihat lebih jauh ke dalam matanya. (Mata adalah jendela hati, dan ia tak pernah berbohong)
40. Pria selalu memiliki cara untuk menghindarkan Anda dari pria lain. (Salah satunya dengan menolak diajak jalan ke mall)
41. Pria lebih menyukai wanita yang cerdas, ketimbang wanita yang hanya tahu soal make up dan rok mini.
42. Pria adalah sosok yang sok tahu, mereka malu bertanya kepada wanita apa yang diinginkan. Alhasil, tebakan mereka seringkali meleset.
43. Ketika pria menginginkan sesuatu, mereka akan membayangkannya. Tetapi mereka tak mau terlibat terlalu jauh. Mereka lebih cenderung memendam dalam-dalam keinginan mereka jika tahu keinginan itu sulit terwujud.
44. Pria adalah makhluk yang payah dalam soal rahasia. Mereka hampir tak bisa menyimpan rahasia dengan baik.
45. Terkadang, pria terlalu banyak berpikir negatif ketimbang positif.
46. Fantasi pria soal wanita adalah satu-satunya fantasi yang tak mungkin dibatasi. (Sekalipun mereka telah memiliki pasangan dan keluarga)
47. Tinggi badan mungkin bukan masalah yang terlalu penting bagi pria, tetapi mereka cukup peduli pada berat badan (wanita khususnya, termasuk Anda)
48. Jika pria mulai serius dengan hubungannya, maka mereka akan menjadi makhluk yang super posesif. (Inilah mengapa ia selalu berusaha menjemput dan mengantar Anda, serta selalu mengecek inbox message di dalam handphone Anda)
49. Jika Anda tahu bagaimana menaklukkan pria Anda, mereka tak akan pernah bisa jauh dari Anda.
50. Bagi pria, melupakan seseorang membutuhkan waktu yang lebih lama dari seumur hidup.
Sumber : http://deddyfhis.blogspot.com/2010/11/50-fakta-tentang-cowok-di-dunia.html
Selasa, 27 Maret 2012
Minggu Palma 1 April 2012 (Mrk 11:1-10 dan Passio Mrk 14:1-15:47)
Rekan-rekan yang baik!
Bacaan bagi perarakan Minggu Palma kali ini (Mrk 11:1-10) mengisahkan bagaimana Yesus disambut meriah oleh orang banyak ketika memasuki kota Yerusalem. Mereka telah mendengar pelbagai tindakan penyembuhan dan pengusiran roh jahat serta pengajarannya mengenai Kerajaan Allah. Mereka sadar, dia ini Mesias yang sudah lama ditunggu-tunggu. Harapan mereka, Allah segera akan membuat Mesias-Nya menunjukkan kebesarannya di kota suci-Nya. Dan memang akan terjadi demikian. Tetapi kebesaran Mesias ini sebenarnya berbeda dengan yang diidam-idamkan orang. Guna menyelaminya, marilah kita ikuti Kisah Sengsara pada Minggu Palma ini (Mrk 14:1-15:47) serta memetik hikmatnya.
Para imam kepala dan ahli Taurat merasa terancam oleh kehadiran Yesus karena ia hendak mengubah pusat ke-Yahudi-an, yakni Bait Allah, menjadi rumah doa bagi semua orang (lihat Mrk 11:17a = Yes 56:7) dan bukan sebagai lambang identitas orang Yahudi belaka. Mereka juga kurang merasa aman dengan pengajaran Yesus yang mengajak manusia berani mendekat kepada Allah dan memanggil-Nya "Bapa". Bagi para pemimpin tadi, sebutan ini sebuah hujatan. Oleh karenanya mereka berupaya menyingkirkan Yesus dengan "diam-diam", tanpa mengungkapkan alasan yang sesungguhnya (Mrk 14:2). Dan lewat penguasa Romawi, mereka berhasil membuatnya dihukum mati pada salib.
Bagi para pengikutnya, riwayat Yesus tidak tamat dengan penyaliban dan penguburannya. Ia tetap diingat. Kenangan ini menjadi sumber keteguhan kebenaran yang dipersaksikan Yesus di salib dan diakui oleh kepala pasukan (Mrk 15:39 "Orang ini benar Anak Allah"). Kenangan akan Yesus bahkan dikembangkan serta diperkaya dengan pengalaman orang-orang yang tidak mengenalnya secara pribadi. Dan kenangan ini menjadi sumber keteguhan iman mereka. Contoh paling jelas ialah tulisan-tulisan Paulus. Lain lagi Kisah Para Rasul yang menjelaskan keteguhan itu sebagai karya Roh Kudus. Injil-Injil kemudian menjelaskannya dengan memakai gagasan dasar yang berasal dari Yesus sendiri, yakni kedatangan Kerajaan Allah yang diperkenalkannya sebagai "Anak Allah", orang yang amat dekat pada-Nya. Begitulah Kerajaan Allah itu menjadi kenyataan dalam kehidupan. Orang diajak menyambut kerajaan ini dan semakin menghidupinya.
SAAT-SAAT GELAP
Pengurapan Yesus di Betania oleh seorang perempuan (Mrk 14:3-9), seperti dikatakan Yesus sendiri, menjadi gelagat bagi perawatan jenazahnya nanti. Akhir hidupnya nanti juga menjadi pokok yang diutarakannya dalam perjamuan terakhir (Mrk 14:12-21). Dikatakannya, di antara murid-muridnya ada yang akan menyerahkannya kepada para imam (Mrk 14:21-22). Roti dan anggur yang dibagikannya pada kesempatan itu ditampilkannya sebagai tubuh dan darahnya - kehidupannya - yang sebentar lagi akan menjadi kurban yang meresmikan Perjanjian yang Baru (Mrk 14:22-24), maksudnya kesediaan Allah dan kesetiaan manusia. Inilah yang menumbuhkan Kerajaan Allah. Pada saat-saat ini dari pihak manusia yang diminta ialah kesetiaan, bukan cetusan kesediaan yang sulit dipenuhi. Petrus menyatakan bersedia mati bersamanya malah, tapi akhirnya mengingkarinya sampai tiga kali (Mrk 14:29-31; dan memang terjadi demikian seperti dalam Mrk 14:66-72).
Malamnya Yesus dan murid-muridnya berada di luar tembok kota bagian timur, di tempat yang bernama Getsemani. Sementara ketiga murid terdekatnya tertidur, Yesus berdoa menyerahkan diri pada kehendak Bapanya (Mrk 14:32-41). Akhirnya datang Yudas bersama para penangkap (Mrk 14:43-51). Penangkapan Yesus ini membuat murid-muridnya tercerai-berai, seperti nubuat Zakhariah yang dikutip Yesus (Mrk 14:27 = Zakh 13:7). Tapi mereka akan berkumpul kembali dengannya di Galilea (Mrk 14:28).
Malam itu juga Yesus digiring ke Sanhedrin, Mahkamah Agama yang berwenang mengadili perkara-perkara yang bersangkutan dalam kehidupan agama dan masyarakat Yahudi. Macam-macam tuduhan dilancarkan, tetapi tidak satu pun dapat ditunjukkan dasarnya. Saksi palsu mengatakan Yesus akan merusak Bait dan membangunnya kembali. Yesus tidak membela diri (Mrk 14:57-69). Ketika ditanya imam agung apakah ia itu Mesias, Yesus tidak menyangkal dan malah mengatakan bagaimana ia nanti akan dimuliakan di kanan Allah dan akan kembali ke dunia (Mrk 14:61-62). Jawaban ini dianggap hujatan dan mendatangkan hukuman mati. Tetapi Sanhedrin tidak dapat menjatuhkan hukuman mati. Maka mereka membawanya kepada penguasa Romawi, Ponsius Pilatus, dan mengajukan tuduhan politik, yakni Yesus menyatakan diri raja orang Yahudi (Mrk 15:1-3). Pilatus berusaha melepaskan Yesus dengan meminta orang-orang Yahudi memilih siapa yang patut dibebaskannya pada hari raya mereka: Yesus atau Barabas. Mereka menghendaki Barabas, yang justru seorang pemberontak dan pembunuh (Mrk 15:6-11). Pilatus terpaksa menuruti. Ia memutuskan Yesus disalib dan membiarkan serdadu-serdadu menderanya terlebih dahulu (Mrk 15:12-15) Mereka memasangkan mahkota duri di kepalanya dan mempermainkannya sebagai raja.
Yesus memanggul salib ke Golgota, nama Aram yang artinya "Tempat Tengkorak, sebuah bukit di kawasan barat Yerusalem. Di tengah jalan habislah tenaganya. Simon dari Kirene yang kebetulan lewat dipaksa memikul salib Yesus. Terpikir, seandainya tak ada Simon Kirene, bisa jadi Yesus tidak akan sampai ke Golgota dan sejarah umat manusia akan amat berbeda. Perjumpaan dengan orang yang tidak dikenal juga menjadi jalan penebusan umat manusia.
Penyaliban Yesus dicatat Markus terjadi pada pukul sembilan pagi, pada salibnya dipasang tulisan "Raja orang Yahudi" dan bersama dia disalibkan juga dua orang penyamun (Mrk15:25-26). Pada pukul tiga sore Jumat itu, ia berseru, "Eloi, Eloi, lema sabakhtani?", versi Aram dari Mzm 22:2 yang artinya "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?" Dalam keadaan sekarat ia diberi minum anggur asam. Inilah saat Yesus berseru dengan suara nyaring dan menghembuskan nafas terakhir (Mrk 15:37). pada saat yang sama tirai Bait Suci terkoyak dua dari atas ke bawah (Mrk 15:38) dan kepala pasukan di tempat penyaliban menyatakan bahwa Yesus itu benar Anak Allah (Mrk 15:39). Kematiannya disaksikan para perempuan yang telah mengikuti dan melayaninya mulai Galilea hingga ke Yerusalem (Mrk 15:40-42).
NARASI DAN KESAKSIAN
Bagian terakhir Kisah Sengsara menceritakan penguburan Yesus petang hari Jumat menjelang hari Sabat. Yusuf Arimatea, anggota Sanhedrin, mendapat izin dari Pilatus untuk menguburkan jenazah Yesus setelah mengkafaninya. Begitulah Yesus dibaringkan di pemakaman yang kemudian ditutup dengan batu. Maria Magdalena dan Maria ibu Yesus menyaksikan penguburan ini (Mrk 15:42-47).
Pelbagai macam dambaan, idaman, impian, perhitungan yang dikenakan pada Yesus kini memang ikut terkubur. Tetapi banyak dari harapan itu sebetulnya bukanlah yang diajarkannya, seperti halnya penegakan kembali kerajaan Daud, kejayaan politik serta kekuasaan bagi para pengikutnya di hadapan kaum mapan di Yerusalem.
Apa yang tersisa? Ada kesaksian yang tak diragukan dari orang-orang paling dekat dengannya, yakni bahwa pada dinihari Minggu, yaitu hari ketiga mulai dari hari penguburannya, mereka mendapati makamnya kosong tanpa ada yang memindahkan jenazahnya. Ia sudah bangkit! Para pengikut Yesus percaya bahwa Allah tidak membiarkan Yesus tetap berada di antara orang mati. Dia dibangkitkan! Yesus menerima hidup baru dari Allah Bapanya sendiri. Hidup baru ini kini dapat dibagikannya kepada siapa saja. Inilah kenyataan Kerajaan Allah yang diajarkan oleh Yesus dan dipersaksikannya dengan salib, kematian, serta kebangkitannya. Yang percaya juga boleh berharap ikut serta dengan dia yang bangkit itu. Inilah harapan yang tak bisa terkubur.
Kisah Sengsara dalam Injil bukanlah laporan pandangan mata, melainkan sebuah narasi kesaksian orang-orang yang paham serta percaya bahwa sengsara dan kematian Yesus terjadi dalam rangka pengabdiannya untuk membangun kembali hubungan baik antara manusia dan Allah. Kisah sengsaranya memperlihatkan betapa merosotnya kemanusiaan yang menolak kehadiran Yang Ilahi. Ditegaskan dalam kesaksian ini bahwa orang yang pasrah menerima kehadiran Allah akan menerima kehidupan sejati - seperti Yesus yang kemudian dibangkitkan dari kematiannya. Kisah tragis manusia tak berdosa itu dipersaksikan bagi orang banyak bukan untuk memicu rasa terharu, melainkan untuk membuat kita makin menyadari sampai di mana kekuatan-kekuatan jahat dapat memerosotkan kemanusiaan. Juga untuk mempersaksikan bahwa Yang Ilahi tidak bakal kalah atau meninggalkan manusia sendirian. Inilah kabar baik bagi semua orang.
Kisah sengsara menurut Markus ialah bagian paling awal dari Injil dan baru mulai disusunnya pada awal tahun 70-an, jadi empat dekade sesudah Yesus wafat, dan di Roma, dan bukan di negeri tempat Yesus pernah hidup. Baru setelah itu disertakannya pula kisah-kisah mengenai tindakan dan pengajarannya di sepanjang perjalanan dari Galilea menuju ke Yerusalem tempat ia menderita sengsara. Sepuluh tahun kemudian Matius menyusun kembali tulisan Markus menjadi beberapa kumpulan pokok pembicaraan dan tindakan Yesus. Matius juga menyisipkan bahan-bahan mengenai perkataan Yesus yang sudah beredar waktu itu dan menyertakan bahan khas dari Matius sendiri, antara lain kisah kelahiran Yesus. Sementara itu, Lukas juga mengolah kembali Markus sambil menambahkan bahannya sendiri, seperti misalnya kisah kelahiran dan masa kanak-kanak Yesus. Lukas juga menyertakan bahan dari kumpulan kata-kata Yesus yang juga dipakai Matius. Baru pada tahun 90-an Yohanes menyelesaikan Injilnya. Ia tidak memakai Markus sebagai dasar seperti Matius dan Lukas. Ia menulis atas dasar gerak pengalaman batin orang percaya akan Yesus sang Sabda yang menerangi jagat.
Salam
A. Gianto
Rabu, 18 Januari 2012
Di Biara
Di Biara
Senin, 16 Januari 2012
Barangkali ini kisah cinta yang paling dalam dan
mencemaskan, dimulai dengan tujuh kepala manusia yang ditemukan di tepi jalan
di dekat Médéa, Aljazair, 90 kilometer dari ibu kota. Di antaranya dibungkus
plastik dan tergantung di pohon-pohon. Akhir Mei 1996.
Tujuh kepala itu berasal dari tujuh biarawan dari bukit
Tibhirine. Tak diketahui di mana tubuh mereka.
Dua bulan sebelumnya, lewat tengah malam, sekitar 20 orang
bersenjata memasuki Notre Dame de l'Atlas, sebuah biara Trappis. Mereka
bangunkan penghuninya, lalu dengan paksa mereka angkut orang-orang tua itu
dalam sebuah konvoi mobil yang segera pergi. Dari sembilan biarawan, hanya dua
yang luput.
Kemudian diketahui, para rahib warga negara Prancis itu
diculik "Grup Islam Bersenjata" sebagai sandera. Grup itu menuntut
agar pemimpin mereka yang ditangkap pasukan pemerintah Aljazair dibebaskan.
Kalau tidak, para sandera akan mati.
Dan rupanya tak ada perundingan. Ketujuh biarawan itu pun
disembelih, 21 Mei 1996.
Perang akhirnya juga memusnahkan para rahib Trappis di
Tibhirine yang khusyuk berdoa, rajin bertani, dan rukun bertetangga itu: Perang
Saudara Aljazair sejak 1991, ketika kaum "Islamis" melawan pemerintah
yang menindas mereka dengan gerilya yang garang dan ganas. Kebrutalan kedua
pihak akhirnya menjalar; grup-grup "Islamis" itu sendiri malah baku
bunuh. Pembantaian kian sering. Sampai dengan tahun 2000, 150 ribu orang tewas.
Mengapa, dalam ketakutan, para rohaniwan itu tak mau
meninggalkan bukit itu, bahkan menolak perlindungan pasukan pemerintah?
Tujuh tahun kemudian terbit sebuah buku John Kiser, The
Monks of Tibhirine: Faith, Love, and Terror in Algeria. Dalam satu
wawancara Kiser menawarkan sebuah jawab: kisah para padri itu adalah
"sebuah kisah cinta". Kata "cinta", love, dalam
bahasa Indonesia bisa juga berarti "kasih", dan agaknya itulah kaitan
dan getar hati yang dalam yang membuat kesembilan rahib itu tak pergi dari
Tibhirine.
Film Des hommes et des dieux, yang disutradarai
Xavier Beauvois ( 2010), dengan takzim mengisahkan kembali hari-hari terakhir
di biara itu. Tanpa menyimpulkan. Tapi satu adegan kecil agaknya menjelaskan.
Biarawan tua Luc Dochier, yang jadi dokter bagi dusun kecil itu, tampak duduk
di bawah pohon di samping seorang anak perempuan yang curhat kepadanya
karena sedang jatuh cinta.
"Apakah Romo pernah jatuh cinta juga?" tanya
remaja itu. Pernah, beberapa kali, jawab sang pastor, "Sampai akhirnya aku
menemukan cinta yang lebih besar."
"Cinta yang lebih besar" itu tentu saja cinta
kepada Tuhan. Juga cinta dalam Tuhan: kasih yang tak terlarai, tapi yang tak
mudah, sebab kasih itu membuat iman tak berdiri sendiri, bahkan merapat dan
bersentuhan dengan dunia yang berdosa, berbeda, dan tak terduga. Juga kasih itu
tak mudah karena mampu mengubah seseorang hingga bersedia, seperti tulis Luc
kemudian, menempuh "kemiskinan, kegagalan, dan kematian".
Di Tibhirine kegagalan dan kematian tegak di ambang pintu
hari-hari itu. Dunia kesembilan orang itu ditodong: bisakah mereka, dengan
kasih, menyelamatkan kegembiraan memanen ladang, menyapa tetangga, mempercayai
orang lain, melagukan kidung syukur untuk sang Pencipta? Bukankah justru untuk
itu mereka harus meninggalkan Tibhirine, membangun tempat lain?
Bimbang mencekam. "Kita di sini bukan untuk bunuh diri
kolektif," kata seorang padri yang ingin pergi, meskipun kemudian ia
tinggal—dan mati.
Suatu malam, menjelang Natal, sepasukan gerilyawan menggedor
pintu Notre Dame de l'Atlas. Komandannya, Ali Fayyatia, meminta agar para rahib
itu memberi mereka obat atau mengobati temannya yang luka. Kepala biara,
Christian de Chergé, menolak: persediaan obat terbatas dan orang dusun
membutuhkannya.
Suasana tegang. Tapi di saat itu Christian menunjukkan
harapannya kepada muslim yang memegang bedil di depannya itu. Dikutipnya ayat
Quran, bahwa yang dekat di hati muslim adalah mereka yang menyatakan diri
Nasrani—dan dalam Surah Al-Maidah memang disebut contoh orang Kristen yang baik
itu: "para pendeta dan rahib".
Sejenak Ali tercengang mendengar seorang pastor mengutip Quran,
tapi segera ia menyelesaikan ayat itu: "Karena sesungguhnya mereka tak
menyombongkan diri." Dan Christian pun menyambung: "Kami bersahabat
dengan penduduk dusun ini."
Komandan gerilya itu pun menyalami Christian, lalu pergi
meninggalkan tempat itu. Mungkin ia tahu, mungkin tidak, biara itu sudah di
sana sejak 1938 dan Islam dihormati.
Di satu makan malam bersama Christian mengatakan, kejadian
menjelang Natal itu—Ali datang dengan senjata, Ali pergi dengan salam—baginya
meneguhkan kembali makna hidup dan kelahiran Kristus. Maka ketika Ali
tertangkap tewas, mungkin disiksa, dan Christian melihat jenazahnya di pos
militer, ia mendoakannya dengan intens sampai ia diusir opsir penjaga.
Kasih memang tak mudah dipahami. Ada semacam wasiat yang
ditemukan di meja Christian (di mana terdapat juga Quran). Bila satu hari ia
jadi korban terorisme, demikian di sana tertulis, jangan terlalu gampang
menyamakan Islam dengan fundamentalisme penganutnya yang ekstremis. Sebab,
"Aljazair dan Islam lain; mereka satu tubuh, satu sukma."
Saya tak tahu bagaimana di hari-hari itu iman yang begitu
dalam bisa membuka hati begitu luas. Mungkin karena wajah-wajah ramah di
Tibhirine, bukit hening, dan ladang yang akrab. Mungkin juga "sukacita
rahasia" di hati Christian dalam meneguhkan la communion,
memulihkan la ressemblance ("persamaan"), dan "bermain
dengan perbedaan".
Di akhir wasiatnya, padri yang kemudian disembelih itu
menulis, dalam huruf Arab, "Insya Allah."
Ada harapan yang bisa dicemooh tapi tak takut gagal.
Goenawan Mohamad
Kamis, 05 Januari 2012
Epifania
InjMg 8 Jan 12 - Epifania (Mat 2:1-12)
HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN (Mat 2:1-12)
Pada Hari Raya Penampakan Tuhan - Epifania - dibacakan Mat 2:1-12. Dikisahkan kedatangan orang-orang bijak dari jauh untuk menyatakan penghormatan mereka kepada raja yang baru dilahirkan. Siapakah mereka ini? Di wilayah Babilonia dan Persia dulu, sekarang Irak & Iran utara, ada orang-orang bijak yang mahir dalam ilmu perbintangan. Mereka biasanya juga berperan sebagai ulama agama setempat. Matius menyebut mereka sebagai "orang-orang majus". Dalam kisah ini mereka mewakili orang-orang bukan Yahudi yang datang dari jauh untuk menghormati dia yang lahir di Betlehem yang bakal menjadi pemimpin umat manusia. Kebijaksanaan para majus ini membawa mereka ke sana. Para ulama Yahudi sendiri sebenarnya juga mengetahuinya lewat nubuat Nabi Mikha (Mat 2:6, kutipan dari Mikha 5:1).
ORANG-ORANG BIJAK
TANYA: Cerita mengenai orang majus ini menarik. Dapatkah dikatakan bahwa Tuhan berbicara kepada umat manusia tidak hanya lewat wahyu Alkitab saja? Seperti di sini, lewat kebijaksanaan manusiawi juga?
JAWAB: Ya! Memang itulah yang diungkapkan Matius dengan kisah ini. Ia menunjukkan bagaimana kebijaksanaan dapat juga menuntun orang mengenali kehadiran Tuhan.
TANYA: Bila begitu, luas benar pandangan Matius.
JAWAB: Malah dengan kisah ini Matius juga bermaksud mengatakan bahwa Tuhan justru berbicara kepada umat-Nya lewat orang-orang bukan dari kalangan itu sendiri! Orang-orang di Yerusalem mendengar tentang kelahiran Yesus dari orang-orang bijak itu. Setelah itu barulah mereka mulai sibuk mencari dalam khazanah teks keramat mereka sendiri. Matius mau membangunkan orang sekaumnya yang kurang mendalami tradisi keramat mereka sendiri.
TANYA: Wah, keberanian berpikir seperti Matius itu langka, juga pada zaman ini. Orang biasanya merasa aman dengan apa-apa yang sudah biasa, yang dapat diperhitungkan. Akan tetapi jalan Tuhan tidak terbatas. Apakah Matius juga bermaksud agar orang-orang Yahudi sadar bahwa mereka bukan satu-satunya umat yang diperhatikan Tuhan?
JAWAB: Beberapa bagian dalam Perjanjian Lama sebenarnya sudah mengatakan hal ini walaupun caranya agak berbeda. Misalnya, Yes 60:1-6 (bacaan pertama pada Hari Raya Penampakan Tuhan ini) menegaskan bahwa bangsa-bangsa bukan Yahudi akan berduyun-duyun ke Sion, yakni tempat Tuhan bertakhta, tempat Ia menyinarkan terang-Nya (terutama ay. 3). Maksudnya, kini Tuhan bukan hanya bagi orang Yahudi.
TANYA: Jadi juga cocok dengan yang diutarakan dalam bacaan kedua (Ef 3:6), yaitu berkat "Injil" orang-orang bukan Yahudi dapat turut menikmati janji Tuhan yang kini diberikan dalam ujud manusia, yaitu Yesus.
JAWAB: Benar. Dalam surat Efesus itu "Injil" ialah Kabar Gembira yang sama bagi semua orang, berarti juga bagi orang bukan Yahudi dan orang-orang yang bukan termasuk umat Perjanjian Lama.
PERSEMBAHAN
TANYA: Sering kita dengar mengenai "Tiga Raja", Gaspar, Baltasar, dan Melkhior. Tapi dalam Injil Matius ini jumlah serta nama-nama mereka kok juga tidak disebutkan? Juga tidak dikatakan mereka itu raja.
JAWAB: Memang Matius hanya menyebut "orang-orang majus dari Timur" dan tiga macam persembahan, yakni "emas, dupa, dan mur". Tiga persembahan itu kemudian menumbuhkan gagasan adanya tiga orang. Bahwasanya mereka kemudian dianggap raja boleh jadi didasarkan pada tradisi umat Yahudi sendiri seperti ada dalam Mzm 72:10 ("Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba membawa upeti"). Nama-nama Gaspar, Baltasar, dan Melkhior itu dikenal di wilayah kekaisaran Romawi sebelah Barat. Di wilayah lain nama mereka berlainan, juga jumlah mereka berbeda-beda, dari dua hingga dua belas orang.
TANYA: Bisakah diterangkan sedikit mengenai persembahan yang dibawa para majus itu?
JAWAB: Matius boleh jadi teringat akan Yes 60:6 ("... mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur Tuhan"). Dalam tradisi Gereja awal, emas dihubungkan dengan kedudukan mulia Yesus sebagai raja, dupa dengan martabat ilahinya, dan mur dengan wafatnya sebagai manusia nanti. (Mur dipakai dalam merawat jenazah sebelum dikuburkan).
TANYA: Apa ada makna yang lebih dalam?
JAWAB: Persembahan itu menandai terjalinnya hubungan antara orang-orang yang bukan dari kalangan Yahudi dengan pemimpin umat Tuhan yang baru lahir ini. Iman dan berkatnya mengatasi ikatan-ikatan bangsa dan kedaerahan.
BERSUKA CITA
TANYA: Dapatkah dijelaskan perihal bintang yang dilihat para majus (Mat 2:2) dan yang berhenti di tempat Yesus lahir (Mat 2:9)?
JAWAB: Pembaca akan teringat pada bintang yang disebutkan dalam Bil 24:17. Balaam, seorang ahli nujum bangsa Aram, menubuatkan bahwa sebuah bintang akan muncul dari keturunan Yakub. Selain itu, di kalangan Yahudi ada juga nubuat mengenai kelahiran seorang pemimpin di Betlehem, seperti terdengar dalam Mikha 5:1 dst. yang bahkan dikutip dalam Mat 2:6. Matius menerapkan kedua nubuat tadi pada kelahiran Yesus.
TANYA: Masih mengenai bintang. Setelah mereka berangkat dari tempat Herodes, para majus tadi melihat kembali bintang yang mereka lihat di Timur. Dan dikatakan bahwa mereka "sangat bersuka cita" (Mat 2:10). Bagaimana penjelasannya?
JAWAB: Mereka mengikuti petunjuk yang diungkapkan para ulama Yerusalem kepada Herodes mengenai raja yang baru lahir itu. Herodes kemudian meminta para majus agar mencarinya di Betlehem. Isyarat bintang yang mereka lihat di Timur cocok dengan pemahaman para ulama di negeri yang mereka datangi. Mereka bersuka cita karena mendapatkan jalan yang benar-benar akan membawa mereka kepada dia yang mereka cari.
CARA TUHAN BERBICARA
Dalam Injil Lukas, orang-orang pertama yang menyadari makna peristiwa kelahiran Yesus ialah para gembala (Injil Misa Fajar hari Natal.) Dalam Injil Matius, peran yang sama dijalankan orang-orang majus tadi. Baik para gembala maupun orang-orang majus mendapat bimbingan langsung dari langit tetapi dengan "bahasa" yang sesuai dengan cara berpikir masing-masing. Kepada para gembala, Tuhan berbicara lewat penampakan malaikat dan bala tentara surgawi. Kepada para ulama yang ahli ilmu pengetahuan itu, Ia berbicara lewat isyarat bintang dan pemikiran. Ia bahkan dapat berbicara kepada mereka lewat orang yang memiliki niat yang kurang lurus seperti Herodes yang meminta mereka agar ke Betlehem.
Baik para gembala maupun orang-orang majus itu sama-sama mencari dia yang baru lahir. Mereka membuat orang-orang yang mereka jumpai tidak dapat tinggal diam. Menurut Luk 2:18, orang-orang pada "keheranan" ketika mendengar para gembala bercerita mengenai kata-kata malaikat mengenai anak yang baru lahir itu. Dalam Mat 2:3, dikisahkan bahwa Herodes dan seluruh isi Yerusalem "terkejut" ketika mendengar kata-kata para majus. Ironisnya, mereka yang heran dan yang terkejut itu adalah orang-orang yang sebenarnya sudah berada di dekat dengan dia yang baru lahir. Dalam Injil Lukas, mereka itu sudah ada di tempat Maria baru saja melahirkan. Ahli-ahli Taurat di Yerusalem dan Herodes yang disebut Matius sudah dekat dengan kelahiran Yesus lewat kitab-kitab keramat mereka. Namun mereka tidak menginsafi apa yang sedang terjadi di dekat mereka.
Seperti jelas dari Mat 2:5, para ulama di Yerusalem itu sebenarnya juga dapat mengetahui peristiwa itu. Tetapi mereka tidak memahami maknanya. Juga di antara orang-orang yang mendengar kata-kata para gembala, hanyalah Maria sajalah yang berusaha mengerti. Disebutkan dalam Luk 2:18 bahwa Maria "menyimpan semua perkataan itu dalam hatinya dan memikir-mikirkannya." Artinya, ia bersikap mau memahami misteri yang ada dalam kehidupannya. Orang-orang lain tetap terheran-heran saja.
Nanti para majus diperingatkan "dalam mimpi" supaya jangan kembali ke Herodes. Para majus ini kini sudah akrab dengan isyarat-isyarat dari atas. Mereka kini sudah berada di pihak raja yang baru lahir. Karena itu mereka juga menyadari muslihat Herodes yang ingin melacak di mana persisnya tokoh yang dianggapnya bakal menjadi saingannya itu. Kebijaksanaan kini menuntun para majus kembali ke negeri mereka. Mereka pulang membawa kegembiraan yang akan mereka bagikan kepada orang-orang lain. Bagaimana dengan mereka yang ada di Yerusalem, yaitu Herodes dan orang-orang seperti dia? Mereka akan tetap "terkejut" dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka kehilangan kepekaan akan cara-cara Tuhan berbicara kepada manusia, malah menganggapnya sebagai ancaman!
IKUT BERGEMBIRA
Pada perayaan Hari Raya Penampakan Tuhan kita mensyukuri saat-saat Dia membiarkan diri dapat dikenali oleh orang-orang yang tidak atau belum mengenal-Nya. Dalam Mat 2:11, dikatakan bahwa para majus melihat Yesus bersama Maria dan baru setelah itu mereka menyembahnya. Dia yang ilahi itu membiarkan diri dipandangi oleh orang yang tidak biasa melihatnya. Dan bukan hanya dalam panganan belaka melainkan ada bersama dengan manusia lain, bersama dengan dia yang melahirkannya. Para majus bersuka cita karena dapat melihat Tuhan sungguh ada di dalam kehidupan manusia. Dan sukacita seperti ini boleh juga kita alami.
Salam hangat,
A. Gianto
HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN (Mat 2:1-12)
Pada Hari Raya Penampakan Tuhan - Epifania - dibacakan Mat 2:1-12. Dikisahkan kedatangan orang-orang bijak dari jauh untuk menyatakan penghormatan mereka kepada raja yang baru dilahirkan. Siapakah mereka ini? Di wilayah Babilonia dan Persia dulu, sekarang Irak & Iran utara, ada orang-orang bijak yang mahir dalam ilmu perbintangan. Mereka biasanya juga berperan sebagai ulama agama setempat. Matius menyebut mereka sebagai "orang-orang majus". Dalam kisah ini mereka mewakili orang-orang bukan Yahudi yang datang dari jauh untuk menghormati dia yang lahir di Betlehem yang bakal menjadi pemimpin umat manusia. Kebijaksanaan para majus ini membawa mereka ke sana. Para ulama Yahudi sendiri sebenarnya juga mengetahuinya lewat nubuat Nabi Mikha (Mat 2:6, kutipan dari Mikha 5:1).
ORANG-ORANG BIJAK
TANYA: Cerita mengenai orang majus ini menarik. Dapatkah dikatakan bahwa Tuhan berbicara kepada umat manusia tidak hanya lewat wahyu Alkitab saja? Seperti di sini, lewat kebijaksanaan manusiawi juga?
JAWAB: Ya! Memang itulah yang diungkapkan Matius dengan kisah ini. Ia menunjukkan bagaimana kebijaksanaan dapat juga menuntun orang mengenali kehadiran Tuhan.
TANYA: Bila begitu, luas benar pandangan Matius.
JAWAB: Malah dengan kisah ini Matius juga bermaksud mengatakan bahwa Tuhan justru berbicara kepada umat-Nya lewat orang-orang bukan dari kalangan itu sendiri! Orang-orang di Yerusalem mendengar tentang kelahiran Yesus dari orang-orang bijak itu. Setelah itu barulah mereka mulai sibuk mencari dalam khazanah teks keramat mereka sendiri. Matius mau membangunkan orang sekaumnya yang kurang mendalami tradisi keramat mereka sendiri.
TANYA: Wah, keberanian berpikir seperti Matius itu langka, juga pada zaman ini. Orang biasanya merasa aman dengan apa-apa yang sudah biasa, yang dapat diperhitungkan. Akan tetapi jalan Tuhan tidak terbatas. Apakah Matius juga bermaksud agar orang-orang Yahudi sadar bahwa mereka bukan satu-satunya umat yang diperhatikan Tuhan?
JAWAB: Beberapa bagian dalam Perjanjian Lama sebenarnya sudah mengatakan hal ini walaupun caranya agak berbeda. Misalnya, Yes 60:1-6 (bacaan pertama pada Hari Raya Penampakan Tuhan ini) menegaskan bahwa bangsa-bangsa bukan Yahudi akan berduyun-duyun ke Sion, yakni tempat Tuhan bertakhta, tempat Ia menyinarkan terang-Nya (terutama ay. 3). Maksudnya, kini Tuhan bukan hanya bagi orang Yahudi.
TANYA: Jadi juga cocok dengan yang diutarakan dalam bacaan kedua (Ef 3:6), yaitu berkat "Injil" orang-orang bukan Yahudi dapat turut menikmati janji Tuhan yang kini diberikan dalam ujud manusia, yaitu Yesus.
JAWAB: Benar. Dalam surat Efesus itu "Injil" ialah Kabar Gembira yang sama bagi semua orang, berarti juga bagi orang bukan Yahudi dan orang-orang yang bukan termasuk umat Perjanjian Lama.
PERSEMBAHAN
TANYA: Sering kita dengar mengenai "Tiga Raja", Gaspar, Baltasar, dan Melkhior. Tapi dalam Injil Matius ini jumlah serta nama-nama mereka kok juga tidak disebutkan? Juga tidak dikatakan mereka itu raja.
JAWAB: Memang Matius hanya menyebut "orang-orang majus dari Timur" dan tiga macam persembahan, yakni "emas, dupa, dan mur". Tiga persembahan itu kemudian menumbuhkan gagasan adanya tiga orang. Bahwasanya mereka kemudian dianggap raja boleh jadi didasarkan pada tradisi umat Yahudi sendiri seperti ada dalam Mzm 72:10 ("Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba membawa upeti"). Nama-nama Gaspar, Baltasar, dan Melkhior itu dikenal di wilayah kekaisaran Romawi sebelah Barat. Di wilayah lain nama mereka berlainan, juga jumlah mereka berbeda-beda, dari dua hingga dua belas orang.
TANYA: Bisakah diterangkan sedikit mengenai persembahan yang dibawa para majus itu?
JAWAB: Matius boleh jadi teringat akan Yes 60:6 ("... mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur Tuhan"). Dalam tradisi Gereja awal, emas dihubungkan dengan kedudukan mulia Yesus sebagai raja, dupa dengan martabat ilahinya, dan mur dengan wafatnya sebagai manusia nanti. (Mur dipakai dalam merawat jenazah sebelum dikuburkan).
TANYA: Apa ada makna yang lebih dalam?
JAWAB: Persembahan itu menandai terjalinnya hubungan antara orang-orang yang bukan dari kalangan Yahudi dengan pemimpin umat Tuhan yang baru lahir ini. Iman dan berkatnya mengatasi ikatan-ikatan bangsa dan kedaerahan.
BERSUKA CITA
TANYA: Dapatkah dijelaskan perihal bintang yang dilihat para majus (Mat 2:2) dan yang berhenti di tempat Yesus lahir (Mat 2:9)?
JAWAB: Pembaca akan teringat pada bintang yang disebutkan dalam Bil 24:17. Balaam, seorang ahli nujum bangsa Aram, menubuatkan bahwa sebuah bintang akan muncul dari keturunan Yakub. Selain itu, di kalangan Yahudi ada juga nubuat mengenai kelahiran seorang pemimpin di Betlehem, seperti terdengar dalam Mikha 5:1 dst. yang bahkan dikutip dalam Mat 2:6. Matius menerapkan kedua nubuat tadi pada kelahiran Yesus.
TANYA: Masih mengenai bintang. Setelah mereka berangkat dari tempat Herodes, para majus tadi melihat kembali bintang yang mereka lihat di Timur. Dan dikatakan bahwa mereka "sangat bersuka cita" (Mat 2:10). Bagaimana penjelasannya?
JAWAB: Mereka mengikuti petunjuk yang diungkapkan para ulama Yerusalem kepada Herodes mengenai raja yang baru lahir itu. Herodes kemudian meminta para majus agar mencarinya di Betlehem. Isyarat bintang yang mereka lihat di Timur cocok dengan pemahaman para ulama di negeri yang mereka datangi. Mereka bersuka cita karena mendapatkan jalan yang benar-benar akan membawa mereka kepada dia yang mereka cari.
CARA TUHAN BERBICARA
Dalam Injil Lukas, orang-orang pertama yang menyadari makna peristiwa kelahiran Yesus ialah para gembala (Injil Misa Fajar hari Natal.) Dalam Injil Matius, peran yang sama dijalankan orang-orang majus tadi. Baik para gembala maupun orang-orang majus mendapat bimbingan langsung dari langit tetapi dengan "bahasa" yang sesuai dengan cara berpikir masing-masing. Kepada para gembala, Tuhan berbicara lewat penampakan malaikat dan bala tentara surgawi. Kepada para ulama yang ahli ilmu pengetahuan itu, Ia berbicara lewat isyarat bintang dan pemikiran. Ia bahkan dapat berbicara kepada mereka lewat orang yang memiliki niat yang kurang lurus seperti Herodes yang meminta mereka agar ke Betlehem.
Baik para gembala maupun orang-orang majus itu sama-sama mencari dia yang baru lahir. Mereka membuat orang-orang yang mereka jumpai tidak dapat tinggal diam. Menurut Luk 2:18, orang-orang pada "keheranan" ketika mendengar para gembala bercerita mengenai kata-kata malaikat mengenai anak yang baru lahir itu. Dalam Mat 2:3, dikisahkan bahwa Herodes dan seluruh isi Yerusalem "terkejut" ketika mendengar kata-kata para majus. Ironisnya, mereka yang heran dan yang terkejut itu adalah orang-orang yang sebenarnya sudah berada di dekat dengan dia yang baru lahir. Dalam Injil Lukas, mereka itu sudah ada di tempat Maria baru saja melahirkan. Ahli-ahli Taurat di Yerusalem dan Herodes yang disebut Matius sudah dekat dengan kelahiran Yesus lewat kitab-kitab keramat mereka. Namun mereka tidak menginsafi apa yang sedang terjadi di dekat mereka.
Seperti jelas dari Mat 2:5, para ulama di Yerusalem itu sebenarnya juga dapat mengetahui peristiwa itu. Tetapi mereka tidak memahami maknanya. Juga di antara orang-orang yang mendengar kata-kata para gembala, hanyalah Maria sajalah yang berusaha mengerti. Disebutkan dalam Luk 2:18 bahwa Maria "menyimpan semua perkataan itu dalam hatinya dan memikir-mikirkannya." Artinya, ia bersikap mau memahami misteri yang ada dalam kehidupannya. Orang-orang lain tetap terheran-heran saja.
Nanti para majus diperingatkan "dalam mimpi" supaya jangan kembali ke Herodes. Para majus ini kini sudah akrab dengan isyarat-isyarat dari atas. Mereka kini sudah berada di pihak raja yang baru lahir. Karena itu mereka juga menyadari muslihat Herodes yang ingin melacak di mana persisnya tokoh yang dianggapnya bakal menjadi saingannya itu. Kebijaksanaan kini menuntun para majus kembali ke negeri mereka. Mereka pulang membawa kegembiraan yang akan mereka bagikan kepada orang-orang lain. Bagaimana dengan mereka yang ada di Yerusalem, yaitu Herodes dan orang-orang seperti dia? Mereka akan tetap "terkejut" dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka kehilangan kepekaan akan cara-cara Tuhan berbicara kepada manusia, malah menganggapnya sebagai ancaman!
IKUT BERGEMBIRA
Pada perayaan Hari Raya Penampakan Tuhan kita mensyukuri saat-saat Dia membiarkan diri dapat dikenali oleh orang-orang yang tidak atau belum mengenal-Nya. Dalam Mat 2:11, dikatakan bahwa para majus melihat Yesus bersama Maria dan baru setelah itu mereka menyembahnya. Dia yang ilahi itu membiarkan diri dipandangi oleh orang yang tidak biasa melihatnya. Dan bukan hanya dalam panganan belaka melainkan ada bersama dengan manusia lain, bersama dengan dia yang melahirkannya. Para majus bersuka cita karena dapat melihat Tuhan sungguh ada di dalam kehidupan manusia. Dan sukacita seperti ini boleh juga kita alami.
Salam hangat,
A. Gianto
Langganan:
Postingan (Atom)
