Yoh 12:44-50 (18.05.2011) Renungan oleh Surip Stanislaus OFMCap HUKUMAN Realita: Penulis buku “Iman Kristiani”: Apa yang akan terjadi jika orang mengabaikan berita kekristenan? Jawabnya, hukuman menyusul! “Hukuman itu akan lebih berat lagi karena engkau telah membaca buku ini. Semua yang telah kauketahui dan tidak kaulakukan, pada akhirnya akan menjadi saksi yang melawanmu.”
Refleksi Biblis: Yesus berkata, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia yang telah mengutus Aku.” Percaya kepada Yesus adalah jalan mendekatkan diri kepada Allah. Sebab, Yesus adalah utusan Allah. Maka, mendengarkan Yesus berarti mendengarkan Allah dan melihat Yesus berarti melihat Allah. Dalam Yesus, Allah menjumpai manusia dan manusia berjumpa dengan Allah. Percaya kepada Yesus pun membebaskan orang dari kuasa kegelapan, karena Ia datang sebagai terang dunia. Ia datang untuk menyelamatkan, tetapi kedatangan-Nya tak terlepas dari penghakiman.
Dengan sikapnya terhadap Yesus, orang telah menghakimi dirinya, “Barangsiapa menolak Aku..., ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan.” Perkataan Yesus adalah harapan bagi orang percaya dan hukuman bagi orang tidak percaya. Sebab, Ia berkata-kata bukan dari diri-Nya sendiori, tetapi dari Bapa yang mengutus-Nya, dan menaati perintah-Nya mendatangkan hidup kekal. Rekonsiliasi: Tidak jarang kita abaikan ajaran Yesus. Padahal, perkataan-Nya berasal dari Allah yang akan menghakimi kita.
Oleh: BUNDA PENOLONG ABADI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar