Yoh 15:9-11 (26.05.2011) Renungan oleh Deshi Ramadhani SJ SUKACITAMU PENUH Dunia disentak oleh sebuah berita. Pemimpin teroris itu dikabarkan telah mati tertembak. Luapan kegembiraan segera mengalir. Orang pun berbondong-bondong berpesta di alun-alun kota. Jika benar pemimpin itu telah mati, muncullah harapan bahwa rantai kejahatan segera terputus. Sukacita dirasakan ketika kekuatan yang mengancam itu tidak ada lagi. Tak lama sesudah itu, kecemasan akan ancaman baru justru semakin kuat. Persoalan tuntutan sunat menjadi semakin serius (bacalah Kis 15:7-21). Satu keyakinan yang disadari adalah bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan. Maka, manusia yang berkehendak baik tidak akan menghalangi gerak Tuhan yang merangkul semakin banyak orang. Mereka harus belajar untuk juga merasakan sukscita jika Tuhan sendiri ternyata telah merobohkan tembok-tembok pembatas di antara para bangsa lain itu.
Pemazmur pun berseru: “Kisahkanlah karya-karya Tuhan yang ajaib di antara segala bangsa” (bacalah Mzm 96:1-2a,2b-3,10). Yesus terus melanjutkan undangan-nya agar pengikut-Nya memiliki kedekatan istimewa dengan Diri-Nya. Secara lebih khusus dikatakan agar mereka tinggal di dalam kasih-Nya. Kasih Yesus memuncak dalam tindak pengampunan dan pengurbanan diri. Maka, undangan Yesus ini sebenarnya adalah seruan untuk sungguh berdasar dan berakar pada kemurahan hati untuk mengampuni dan kerelaan untuk berkurban. Itulah yang akan menjamin adanya sukacita yang penuh.
Oleh: BUNDA PENOLONG ABADI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar