Keluargaku

Keluargaku

Selasa, 24 Mei 2011

Tinggal Dalam Aku

 
Yoh 15:1-8 (25.05.2011) Renungan oleh Deshi Ramadhani SJ   TINGGAL DALAM AKU   Perhatikan kartu-kartu undangan pernikahan di negeri kita ini. Sungguh menggelikan, karena sebelum atau sesudah nama yang tertera disertakan juga gelar-gelar yang ada. Jika rentetan gelar itu semakin panjang, semakin pula tercipta gambaran publik yang bergengsi tentang orang-orang itu. Seorang manusia, seorang pribadi, ditentukan oleh sesuatu yang hanya menempel pada lapisan luarnya saja.   Beberapa tokoh Yahudi berpegang teguh pada hukum Yahudi, sehingga mereka menuntut agar orang yang bukan Yahudi disunat terlebih dahulu sebelum bisa secara penuh diterima di kalangan murid Kristus (bacalah Kis 15:1-6). Mereka lupa, bahwa keselamatan bukanlah terutama mengikuti hukum, tetapi mengalami secara pribadi tokoh penyelamat itu sendiri.
Seruan pemazmur menggemakan kesadaran penuh sukacita ketika mereka akan berjumpa secara pribadi dengan Tuhan sendiri: “Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita” (bacalah Mzm 122:1-2,3-4a,4b-5). Yesus menegaskan hal serupa. Perintah-Nya menjadi sangat tegas, yakni agar para pengikut-Nya tinggal di dalam Dia. Gambaran yang dimunculkan adalah sebuah kedekatan luar biasa antara seorang murid dan Yesus sendiri. Jika tidak hati-hati, perjalanan seorang murid bisa terkurung pada banyak patokan lahir tanpa pernah bisa sampai pada inti hati Yesus sendiri. Orang itu mungkin melakukan banyak hal baik, tetapi yang baik itu belum tentu buah yang berasal dari persatuan dengan Yesus.   
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar